Sunday, 31 August 2014

Bukan Sekedar 5 Km

Awal liburan semester genap kuliah tepat sebelum hari puasa untuk semua umat Islam didunia. liburan ini selalu ditunggu karena sangat lama karena bertepatan dengan penerimaan mahasiswa baru. Awal-awal puasa berjalan dengan lanjar begitu pula dengan hari berikutnya sesampai pada hari besar yaitu idul fitri 1435 H bagi umat Islam. Hari demi hari terasa membosankan karna yang dilakukan  hanya tidur, makan, dan berhadapan laptop setiap saat untuk melihat update-update info kampus.oke, pertama perkenalkan saya arvin, dari salah satu universitas swasta di Yogyakarta. Yaa beginilah melanjutkan liburan setelah hari raya Idul Fitri, liburan pun kurang beberapa minggu lagi, banyak temanku yang sudah kembali di kampung halaman Jombang kota beriman ini. Hingga suatu saat, handphone pun berdering ternyata teman se-SMA dan teman 1 daerah di kota perantauan untuk melanjutkan kuliah kami di Yogyakarta yaitu ulhy. Ulhy adalah mahasiswi salah satu perguruan tinggi negeri di Yogyakarta. Dia mengajak untuk berkumpul dengan teman-teman lainnya. aku pun sangat antusias untuk pertemuan dengan kawan ini setelah 3 tahun tidak bertemu. tepat pada hari minggu kita pun berkumpul di rumah ulhy pada pukul 5 sore, disana ternyata sudah hadirnya teman akrabku rizki, adit dan pandu salah satu mahasiswa disalah satu universitas negeri di Malang yang berbeda tempat kampusnya sedangkan erste, ana, dan dovi  juga mahasiswa di universitas negeri di Surabaya tetapi berbeda universitas. kita pun bercanda tawa serta saling membuat lelucon dan saling bercerita pengalaman kehidupan kampus.

aku pun memotong candaan mereka dan mengajukan pendapat untuk berlibur awalnya kita berfikiran ke gunung Bromo, tetapi adit mengajak kita ke gunung semeru untuk mendaki, teman-teman lain pun setuju mendaki ke gunung semeru. Kami pun mendiskusikan kapan kita berangkat dan disepakati tanggal 14 agustus minggu lalu, di Gunung Semeru kita pun nekad karena sebetulnya kuota sudah penuh tetapi kita tetap berangkat. Hari demi, hari saya tunggu hingga hari keberangkatanpun datang, kami berangkat pukul 12 siang ke Malang, untuk packing barang-barang bawaan diasalah satu kost rizki. Kami tiba pukul 4 sore di Malang, selanjutnya kita melakukan packing barang bawaan yang akan dibawa nantinya. pukul 3 malam, kami pun berangkat ke gunung semeru melewati jalur tumpang, perjalanan menghabiskan waktu 3 jam sesampainya di daerah ranu pane pukul 6 pagi, kami segera memparkir sepeda motor kami dan segera kami mendaftar ke pos ranu pane, para pendaki kali ini 1000 lebih pendaki karena memang bertepatan hari besar kemerdekaan Indonesia kami sempat pesimis karena kuota habis tetapi ternyata dapat kenalan dari pendaki bandung bernama edo dan gilang, dia bercerita jika dia ingin mendaki dengan 10 orang tetapi yang bisa 2 orang saja karena sudah boking untuk 10 orang kami pun beruntung untuk ditawari bergabung agar dapat mendaki. kami pun senang karena terasa hari keberuntungan dipihak kami. kami pun menyelesaikan administrasi dan berangkat bersama-sama.




Kami mulai perjalanan pukul 10 pagi, perjalanan ranu pane ke ranu kumbolo ditempuh dengan jarak 10.5 km dengan waktu 7 jam. Kami mulai dengan canda tawa disepanjang perjalanan, sampainya kami pun tiba di daerah perbatasan landengan dowo, 3 km sudah kami lewati, kami pun beristrahat sebentar dan melanjutkan ke watu rejeng pukul menunjukan pukul 1 siang, sesampainya diwatu rejeng kami beristrahat kembali di watu rejeng yang menunjukan pukul setengah 4 sore, kami bergegas untuk melanjutkan perjalanan pukul 4 sore dari watu rejeng ke ranu kumbolo,pada akhirnya sampai juga di ranu kumbolo pukul 6 malam. Udara diranu kumbolo sangat dingin dan suhu mencapai -2 derajat celcius. kami nge-camp semalam di ranu kumbolo, kami siapkan tenda untuk peristrahatan kami, dan memulai memasak. Keindahan ranu kumbolo sangat terlihat, bintang-bintang menghiasi malam, bintang dapat terlihat jelas dan sangat dekat, kami selalu bersyukur akan keindahan yang diberikan-Nya, udara pun semakin dingin menandakan hari semakin malam kami bercanda tawa bersama dengan teman kami dari Bandung yang memberi tumpangan kami untuk mendaki bersama, cari cerita edo dan gilang ternyata meraka sebelum mendaki gunung semeru, 1 bulan yang lalu meraka sudah mendaki gunung rinjani, diceritakannya pengalaman mereka di gunung rinjani. tak beberapa lama datang bapak-bapak usia sekitar 50 tahun lah, beliau menyapa kami. dibalik kedatangannya saya sempat terheran, karena beliau hanya memakai sepasang sepatu futsal, sarung, tas, tanpa membawa apa-apa, beliau pun duduk bersama kami dan beliau pun bercerita tentang gunugn-gunung mana saja yang pernah di kunjungi. Tak berapa lama orang tersebut membakar dupa, dan aku tanyakan kenapa harus membakar dupa, beliau menjelaskan bahwa kita ditempat orang jadi kita harus permisi dan minta izin. Dari obrolan-obrolan kita ternyata beliau bernama pak slamet dari pasuruan, jam sudah menunjukan pukul 11.30 malam kami memutuskan untuk istrahat, kami pun menawarkan pak slamet tidur bersama kita, orangnya setuju tetapi beliau ingin tidur diluar. saya berfikir kuat benar orang tua ini, umur sudah 50 tahunan kuat dengan suhu ranu kumbolo yang sangat dingin ini, kami pun istirahat. Di pagi hari keindahan ranu kumbolo terlihat indah dan bukit cinta pun sudah menyapa untuk dinaiki dengan beberapa mitosnya.kami 



kami pun mengabadiakan gambar di ranu kumbolo, kami berfoto bersama-sama dengan senangnya. kami pun membongkar tenda dan memasak untuk mengisi tenaga kembali setelah itu kami mulai packing kembali dan melanjutkan perjalanan siang harinya pukul 10 siang. Kami pun melanjutkan ke perjalanan selanjutnya  pada  perjalanan awal kita disambut dengan tanjakan bukit cinta. diatas bukti cinta danau ranu kumbolo terlihat begitu cantik.


kami sejenak dan beristrahat sebentar selanjutnya kami melanjutkan ke pos cemoro kandang, pemandangan savana pun melengkapi keindahan perjalanan. perjalanan ranu kumbolo ke cemoro kandang berjarak 2.5 km dengan waktu tempun 20 menit, kami pun kembali berhenti untuk istirahat. 5 menit kami berhanti dan bergegas melanjutkan perjalanan, jam menunjukan pukul 11 siang. dalam perjalanan cemoro kandang ke pos jambangan jalan mulai naik beban terasa berat, kaki mulai bergemetar dengan terik sinar matahari dan sejukan sayupan angin. kami memutuskan berhenti di pertengahan perjalanan selama 5 mnit. jam menunjukan jam 1 kami pun melanjutkan kembali perjalanan kami, pukul 2.30 kami sampailah pada pos jambangan, kami berhenti kembali untuk istrahat, pemandangan gunung semeru pun mulai tampak begitu besar dan tinggi. kami pun mulai bercanda tawa, bergurai membayangkan bagaimana jika kita sudah diatas sana.
jam sudah menunjukan pukul 3 sore kami melanjukan post terakhir yaitu  ke kali mati, kami pun berjalan, perjalanan sedikit naik dan turun. perjalanan menepuh waktu 15 menit.


Kami pun sampai di kali mati pukul 4 sore, kami piun bergegas menderikan tenda dan memasak untuk tenaga kami mendaki gunung semeru malam pukul 11 malam. tenda pun telah didirikan dan masakan pun sudah masak kami pun bersama-sama makan dan saling berkumpul dan bercerita sepanjang perjalanan dan menyiapkan sebuah kata-kata untuk difoto diatas gunung semeru, kami pun membakar appi unggun didepan tenda kami agar hangat, para pendaki pun merapat pada tenda kami dan kami saling bercerita kembali tetang perjalanan tadi, sekarang anggota pecinta alam dari salah satu universitas sumatera, saya lupa nama mereka karena begitu banyak dari kelompok pecinta alam ini, kita pun saling tukar cerita tentang gunung. saya pun meminta pada mereka bergabung nanti untuk mendaki gunung semeru, mereka pun memperbolehkan kami pun tenang karena berangkat malam tidak sendiri. kami pun kembali ketenda masing-masing dan istirahat. pukul menunjukan jam 11 alaram hp pun berbunyi, kami pun siap siang untuk berangkat, udara sangat dingin  suhu belum tau pasti tetapi dinginya melebihi ranu kumbolo kemaren. para pendaki dari sumatera pun mendekat tenda kami, kami pun berdoa dan berangkat bersama-sama. Ternyata dan ternyata jalur untuk pendakian diubah yang harusnya melalui arcopodo di alihkan pada jalur baru. jalur pun sangat ekstrim, begitu naik mungkin sampai 60 derajat kemiringannya, begitu berat perjalanannya, debu pun dihasilkan oleh para pendaki didepan kami, beberapa langkah kami pun harus berhenti. jam sudah menunjukan jam 1 malam perjalanan masih berlanjut, dalam sepanjang perjalanan saya menoleh kanan dan kiri hanya pohon cemara yang ada tidak tau berapa lama lagi, perjalanan sampai di daerah pasir yang menandakan perbatasan gunung semeru sudah hampir dekat. Ditengah perjalanan anna pun tidak sanggup untuk melanjutkan perjalanannya, dengan terpaksa adit dan rizki harus turun untuk menemani ana kembali ketenda, kami pun berhenti lama untuk menunggu adit dan rizki, sedangkan para pendaki dari sumatera melanjutkan perjalanan. kami pun menunggu hingga jam 2 dan kami pun bersama-sama naik kembali, beberapa menit berlalu akhirnya kami pun sudah melewati jalur cemara, sekarang kita di sambut dengan jalur pasir dan batu, jalan ini semakin berat kemiringan pun hampir 65-75 derajat tiap langkah terus kita lakukan meskipun kembali longsong langkah kita. Kami  pun memutuskan untuk beberapa langkah untuk berhenti, angin pun berhembus kencang dan begitu dingin. Kita pun dilarang tidur, karena bisa-bisa sulit dibangunkan. kami pun berjalan trus, pukul menunjukan 4 kami pun trus berjalan. ditengah perjalanan kami berhenti untuk melihat jam ternyata sudah pukul 6 kami pun berhenti dan melihat sun rise dan lautan awan begitu indah.

dan kami pun melanjutkan perjalanan, tetap dengan medan pasir, krikil dan batu. watuktu pun sudah menunjukan pukul delapan, jarak pun kurang 1 km. kami pun trus berusaha dengan istirahat sebentar. pukul menunjukan pukul 8.30 pagi, jarak pun kurang 200 m tetapi ada sedikit kecewa karena kita harus turun karena sudah mulai siang ditakutkan banyak longsoran batu pada jatuh. Tetapi kita melanjutkan perjalanan tidak beberapa lama batu pun jatuh sebesar tv 21 inch, kita pun ketakutan sehingga kita bergegas balik turun kebawah, tidak beberapa menit kemudian jatuh kembali batu yang seukuran seperti batu sebelumnya dan hampir menimpah kepala erste, tapi syukur alhamdullilah, erste pun bisa menghindari dengan cepatnya. Badan erste pun bergemetar, kami pun mencoba menenangkan erste bersama-sama. Kami pun bergandengan sambil turun kebawah. Pada akhirnya kita sampai dibawah dan kita berjalan kembali ke kali mati dimana anna sudah menunggu kami.  pukul 9 kami berjalan menuju kali mati, dalam perjalanan banyak begitu bunga edelweis tetapi bunga ini dilarang untuk dipetik dan dibawa. pukul 10 pagi pun kita sampai kali mati. kami pun beristirahat tanpa kebanyakan langkah semua barang diletakkan didepan tenda dan masuk tenda langsung istirahat, baru beberapa jam istirahat pukul 11 siang udara sangat panas serasa terbakar kami pun keluar tenda dan berteduh dipinggir pohon, dan istirahat di pinggir pohon tersebut. Kami pun memutuskan bermalam di kali mati kembali dan memutuskan mengikuti upacara 17 agustus di kali mati. Kami pun bangun dan membereskan barang-barang kami, para pendaki yang baru tiba di kali mati pun semakin banyak dan para petugas dan ranger sudah berkumpul di kali mati untuk mempersiapkan upacara 17 agustus. jam sudah menunjukan jam 4 sore kami pun mencari air di sumber manik, mata air yang terdapat di kali mati waktu perjalanan ditempuh selama 1.5 jam. pukul 5 sore pun kami memasak untuk mengisi perut yang belum terisi. pukul sudah menunjukan pukul 7 udara di kali mati pun semakin dingin kami. pukul 9 malam kami memutuskan untuk istirahat. di pagi harinya kami pun siap-siap packing dan membongkar tenda serta membuat makanan untuk perbekalan pulang. pembokaran tenda pun selesai tinggal packing, tapi kami sejenak mengikuti upacara 17 suasana sangat khitmat yang di ikuti 500 peserta pendaki dari penjuru indonesia. 
  



setelah kami mengikuti upacara, kami foto-foto bersama dan melanjutkan kegiatan untuk packing setelah selesai packing kami sarapan dan siap-siap untuk berangkat kembali ke rute kembali seperti awal kita berangkat. Pukul 11 kami pun berjalan kembali langsung ke ranu kumbolo kami pun berpisah dengan kelompok edo dan gilang, 15 menit kita sampai ke pos jambangan kita berhenti selama 5 menit. Setelah itu kami melanjutkan perjalanan track pun menurun sehingga kita lebih ringan dalam perjalan untuk turun dalam perjalanan waktu kita tempuh selama 1 jam ke cemoro kandang.  kita berhenti 15 menit, pukul 12.30 kami melanjutkan perjalanan ke ranu kumbolo, sesampainya di ranu kumbolo kami beristirahat beberapa jam sambil mengisi air, dan mencuci muka segar terasa di ranu kumbolo karena bisa mendapat air dengan mudah dan dapat mencuci muka. jam menunjukan pukul 4 sore kami pun melanjutkan ke ranu pani.hari semakin gelap menandakan akan semakin malam pukul menunjukan jam 5 sore. 15 menit kita sudah sampai pos pertama kita. Kita pun melanjutkan perjalanan ke pos berikutnya, kami pun memasang headlamp pada kepala kita untuk sumber cahaya pada perjalanan yang semakin gelap, jam menunjukan pukul 7 tiba-tiba ulhy pun sesak nafas dan dia pun menangis, anak-anak pun takut dan gelisah apa yang terjadi pada ulhy, 10 menit kami berhenti sambil menunggu ulhy tenang dan menunggu barengan kelompok lain dibelakang. setelah ulhy siap melanjutkan perjalanan ada kelompok 2 orang dibelakang kami dan ternyata edo dan gilang. Kita bertemu kembali dan kita bersama-sama turun. Kita sampai pada ranu pane pukul 10 malam. edo dan gilang pun kebingungan sesampainya di ranu pani karena mereka bingung hrus menginap dimana utungnya handfone dovi masih menyala saya pun meminjam dan membuka website klikhotel, yang kebetulan ayah saya pernah menggunakan jasa klikhotel untuk melihat informasi hotel yang ditawarkan dan diskon yang ditawarkan di klikhotel dapat diketaui, saya pun menawarkan beberapa penginapan untuk edo dan gilang dari web klikhotel, mereka setuju dan kami pun kembali ke malang bersama edo dan gilang untuk diantarkan ke penginapan. sejak itu kita memiliki banyak saudara yang baru, teman baru dan pengalaman baru. 

itulah cerita dan pengalamanku dan teman-temanku dalam "bukan sekedar 5 cm".

0 comments:

Post a Comment